Senin, 22 Agustus 2011

REAKSI REDOKS II

Petunjuk praktikum kimia kls XII

Reaksi redoks 2
Standar Kompetensi : Menerapkan konsep reaksi oksidasi – reduksi dan elektrokimia dalam tehnologi dan kehidupan sehari-hari
Kompetensi Dasar : Menerapkan konsep reaksi oksidasi-reduksi dalam sistem elektrokimia yang melibatkan energi listrik dan kegunaanya dalam mencegah korosi dan dalam industri
I. TUJUAN
Menyelidiki reaksi logam dengan air.
Menyelidiki logam-logam yang dapat mendesak ion H+ dari larutan asam
II. TEORI
Reaksi redoks ( reduksi dan oksidasi ) terjadi secara bersamaan. Zat-zat reaktan yang menerima elektron berarti mengalami reduksi, sedangkan reaktan yang melepaskan elektron berarti mengalami oksidasi. Zat yang mengalami oksidasi mengalami kenaikan biloks ( bilangan oksidasi ), dan zat yang mengalami reduksi mengalami penurunan biloks. Air merupakan elektrolit lemah yang dapat terionisasi menghasilkan ion H+ dan ion OH -. Bila logam bereaksi dengan air, sebagian ada yang larut ( mampu mendesak ion H+ dari air ), dan sebagian lagi tidak dapat larut. Demikian pula halnya dengan reaksi logam dengan larutan lain, misalnya larutan HCl, HNO3 dan lain-lain.
III. ALAT DAN BAHAN
A. Alat
Tabung reaksi dan raknya
Kertas ampelas
Gunting kaleng
B. Bahan
Logam Cu,Fe,Pb,dan Zn, yang masing-masing berbentuk lempengan
Logam Mg yang berbentuk pita
Larutan HCl
Air
IV. CARA KERJA
1. Gunting logam- logam bahan praktikum dengan ukuran 3 cm x 0,5 cm masing-masing sebanyak 2 potong. Ampelas permukaannya hingga bersih.
2. Sediakan 5 tabung reaksi dan masukkan 1 potongan tiap logam tadi kedalam tiap tabung berturut-turut : Cu, Fe, Mg, Pb, dan Zn. Tambahkan air ke dalam masing-masing tabung reaksi hingga setinggi 2 cm diatas logam . Amati dan catat perubahan yang terjadi di dalam tabung.
3. Tuangkan ke dalam 5 tabung reaksi yang lain masing-masing sebanyak 2 mL larutan HCl 4 M. Kemudian tambahkan ke dalam masing-masing tabung tersebut 1 potongan logam tadi secara berturut-turut : Cu,Fe, Mg, Pb, dan Zn. Amati dan catat perubahan yang terjadi di dalam tabung.




V. HASIL PENGAMATAN
No Logam Pengamatan reaksi logam dengan
air Larutan HCl 4 M
1 Tembaga ( Cu ) ……. ………..
2 Magnesium ( Mg ) ……… ………..
3 Aluminium ( Al ) …………. ………..
4 Timbal ( Pb ) ………… …………
5 Zink ( Zn ) ………….. ……….
VI. PETANYAAN
1. Menurut anda, logam manakah yang bereaksi dengan air dan manakah yang bereaksi dengan asam ? Tuliskan persamaan reaksi redoksnya.
…………
……………
2. Jelaskan mengapa ada logam yang dapat bereaksi dengan air atau dengan asam, dan ada logam yang tidak dapat bereaksi.
…………….
…………….

VII. KESIMPULAN
………………………………..
…………………………………….

REAKSI REDOKS I


Petunjuk praktikum kimia kls XII
Reaksi redoks I

Standar Kompetensi :
Menerapkan konsep reaksi oksidasi – reduksi dan elektrokimia dalam tehnologi dan kehidupan sehari-hari

Kompetensi Dasar :
Menerapkan konsep reaksi oksidasi-reduksi dalam sistem elektrokimia yang melibatkan energi listrik dan kegunaanya dalam mencegah korosi dan dalam industri

I. TUJUAN
Mempelajari peristiwa reaksi redoks

II. TEORI
Reaksi redoks merupakan reaksi reduksi dan reaksi oksidasi . Reaksi reduksi adalah peristiwa suatu zat menerima elektron. Sedangkan reaksi oksidasi adalah peristiwa suatui zat melepas elektron. Reaksi redoks dapat diamati dengan terjadinya perubahan warna, terjadinya endapan,timbulnya gas, atau terjadinya energi.

III. ALAT DAN BAHAN
A. Alat
1. Tabung reaksi
2. Rak tabung reaksi
3. Gelas kimia 100 ml
4. Silinder ukur 100 ml
5. Silinder ukur 10 ml
6. Pipet tetes
7. Termometer

B. Bahan
1. Larutan Na2S2O3 0,2 M
2. Larutan HCl 1 M
3. Larutan KMnO4 0,1 M
4. Larutan H2C2O4 0,1 M
5. Larutan H2SO4 2 M
6. Larutan I2 0,1 M
7. Larutan KI 0,5 M
8. Larutan H2O2 10 %

IV. CARA KERJA

A. Reaksi antara KMnO4, H2SO4 dan H2C2O4
1. Mengisi sebuah tabung reaksi dengan 2 mL larutan KMnO4 0,1 M
2. Menambahkan 10 tetes H2SO4 2 M ke dalam larutan tersebut
3. Memanaskannya sampai ± 60 o C
4. Setelah suhu mencapai 60 oC , teteskan larutan H2C2O4 0,1 M tetes demi tetes sampai terjadi perubahan warna.
B. Reaksi antara I2 dengan Na2S2O3
1. Mengisi sebuah tabung reaksi dengan 2 mL larutan I2 0,1 M
2. Menambahkan tetes demi tetes larutan Na2S2O3 sampai terjadi perubahan warna
C. Reaksi antara KI dengan H2O2
1. Mengisi sebuah tabung reaksi dengan 2 mL larutan KI 0,5 M
2. Menambahkan 10 tetes larutan H2O2 10 %
3. Mengamati perubahan yang terjadi
D. Reaksi antara Na2S2O3 dengan HCl
1. Mengisi sebuah gelas kimia dengan 25 mL larutan Na2S2O3 0,2 M
2. Memasukkan 5 mL larutan HCl 1 M ke dalam larutan tersebut
3. Mengamati perubahan yang terjadi

V. HASIL PENGAMATAN
Percobaan Reaksi Pengamatan
A. KMn04 + H2SO4+H2C2O4
B.I2 + Na2S2O3
C.KI+ H2O2
D.Na2S2O+HCl
…………….
………………
………………
VI. PERTANYAAN
Tuliskan persamaan reaksi redoks yang terjadi
……………………………
……………………………
……………………….
…………………………….
VII. KESIMPULAN
…………………………………………..
………………………………………….
……………………………………

Rabu, 03 Agustus 2011

Pengertian Design Grafis


Design adalah kerangka bentuk atau rancangan.
Grafis adalah representasi digital dari informasi non teks seperti gambar, foto, diagram, dsb.
Design Grafis adalah suatu bentuk komunikasi visual yang berbentuk images atau gambar.
Pengertian Grafis Vektor
Grafis vektor adalah objek gambar yang dibentuk melalui kombinasi titik-titik dan garis dengan menggunakan rumusan matematika tertentu.

Pengertian Grafis Bitmap
Grafis Bitmap adalah objek gambar yang dibentuk berdasarkan titik-titik dan kombinasi warna.

2. Kelebihan dan kekurangan grafis vektor dan bitmap
    Kelebihan Grafis Vektor
Ruang penyimpanan untuk objek gambar lebih efisien.
Objek gambar vektor dapat diubah ukuran dan bentuknya tanpa menurunkan mutu tampilannya.
Dapat dicetak pada resolusi tertingi printer Anda.
Menggambar dan menyunting bentuk vektor relatif lebih mudah dan menyenangkan.

  Kekurangan Grafis Vektor
Tidak dapat menghasilkan objek gambar vektor yang prima ketika melakukan konversi objek gambar tersebut dari format bitmap.

 

Kelebihan Grafis Bitmap
Dapat ditambahkan efek khusus tertentu sehingga dapat membuat objek  tampil sesuai keinginan.
Dapat menghasilkan objek gambar bitmap darionjek gambar vektor dengan cara mudah dan cepat, mutu hasilnya pun dapat ditentukan.
Kelemahan Grafis Bitmap
Objek gambar tersebut memiliki permasalahan ketika diubah ukurannya, khususnya ketika objek gambar diperbesar.
Efek yang diidapat dari objek berbasis bitmap yakni akan terlihat pecah atau berkurang detailnya saat dicetak pada resolusi yang lebih rendah.alah representasi digital dari informasi non teks seperti gambar, foto, diagram, dsb.
Design Grafis adalah suatu bentuk komunikasi visual yang berbentuk images atau gambar.
Pengertian Grafis Vektor
Grafis vektor adalah objek gambar yang dibentuk melalui kombinasi titik-titik dan garis dengan menggunakan rumusan matematika tertentu.

Pengertian Grafis Bitmap
Grafis Bitmap adalah objek gambar yang dibentuk berdasarkan titik-titik dan kombinasi warna.

2. Kelebihan dan kekurangan grafis vektor dan bitmap
    Kelebihan Grafis Vektor
Ruang penyimpanan untuk objek gambar lebih efisien.
Objek gambar vektor dapat diubah ukuran dan bentuknya tanpa menurunkan mutu tampilannya.
Dapat dicetak pada resolusi tertingi printer Anda.
Menggambar dan menyunting bentuk vektor relatif lebih mudah dan menyenangkan.

  Kekurangan Grafis Vektor
Tidak dapat menghasilkan objek gambar vektor yang prima ketika melakukan konversi objek gambar tersebut dari format bitmap.

 

Kelebihan Grafis Bitmap
Dapat ditambahkan efek khusus tertentu sehingga dapat membuat objek  tampil sesuai keinginan.
Dapat menghasilkan objek gambar bitmap darionjek gambar vektor dengan cara mudah dan cepat, mutu hasilnya pun dapat ditentukan.
Kelemahan Grafis Bitmap
Objek gambar tersebut memiliki permasalahan ketika diubah ukurannya, khususnya ketika objek gambar diperbesar.
Efek yang diidapat dari objek berbasis bitmap yakni akan terlihat pecah atau berkurang detailnya saat dicetak pada resolusi yang lebih rendah.